Taaruf : Apa aja yang dibicarakan? Apa ada kemungkinan gagal?


Email This Post

Assalammu’alaikum ana mau tanya Ustadz. Apa aja yang di bicarakan pada saat Ta’aruf sebelum khitbah..? Apakah masih ada kemungkinan gagal pada saat Taaruf..di kerenakan belum ada ikatan-ikatan..

Jazakumullah

Feri

Jawaban:

Assalamu `alaikum Wr. Wb.

Bismillahirrahmanirrahiem. Alhamdulillahi Rabbil `Alamin. Wash-shalatu Was-Salamu `alaa Sayyidil Mursalin. Wa ba`d,

1. Ruang lingkup

Taaruf dalam rangka membentuk keluarga yang islami idealnya mencakup semua aspek, baik normatif ataupun yang sifatnya moral dan akhlak. Termasuk soal sosialnya, keturunannya, soal lingkungan dan mungkin juga soal pendidikan.

Selain itu taaruf antar dua keluarga, sebab pernikahan itu tidak sekedar mengintegrasikan dua manusia tetapi dua keluarga dengan adat istiadat dan pola hidup masing-masing.
Rasulullah SAW bersabda,”Takhoyyaru linthfatikum”, maknanya “Pilihlah calon istri untuk air manimu”. Lakukanlah seleksi untuk faktor embrio atau bahan manusia nanti sebab darah itu mengandung faktor keturunan dan faktor genetis.

Selain itu juga tidak lupa aspek medis, sebab ada orang yang mungkin darahnya atau organ apanya terpenngaruh atau kecanduan sesuatu. Baik AIDS atau NAZA dan sebagainya.

2. Kemungkinan gagal

Ta`aruf adalah proses paling awal dari urutan menuju ke jenjang pernikahan. Pada posisi seorang baru sekedar ta`aruf, memang sama sekali tidak ada ikatan apa-apa. Berbeda dengan proses khitbah yang apabila diterima, maka ada ikatan walau belum sampai taraf halal. Namun bila khitbah itu belum sampai taraf DITERIMA, maka tetap saja belum ada ikatan apa-apa.

Karena itu perlu diperhatikan bahwa ta`aruf hanya sebuah proses awal dimana seseorang bisa saja mundur, baik calon laki-laki atau pihak perempuan. Keduanya punya hak untuk mencari informasi masing-masing calon pasangannya dan sama-sama punya hak untuk mundur teratur.

Justru fungsi ta`aruf adalah untuk menentukan apakah akan bergerak maju atau akan mundur teratur.

Wallahu A`lam Bish-Showab,

Wassalamu `Alaikum Warahmatullahi Wa Barakatuh.

http://syariahonline.com/new_index.php/id/5/cn/1956

Dipublikasikan pada: 15/4/2007 | 28 Rabbi al-Awwal 1428 H | Hits:
Email This Post