Mendukung Poligami


Email This Post

Suatu ketika di sebuah resepsi pernikahan aktivis dakwah. Sebagaimana biasa, kedua mempelai belum banyak mengenal pribadi masing- masing pasangannya. Hal inilah yg kemudian menjadi incaran sang pembawa acara untuk dijadikan bahan ‘game’ sebagai hiburan bagi para hadirin. Tentu saja ini tidak sekedar game yang kosong tanpa makna, namun juga mengandung pesan dakwah kepada para hadirin.

Sang mempelai pria duduk tenang di singgasananya sendirian. Dan agak jauh dibalik hijab disampingnya duduklah pasangan putrinya. Akhi pembawa acara mulai mengomando jalannya game tersebut. Aturannya, sang mempelai putra akan ditanya tentang sesuatu dan jika jawaban tersebut benar menurut mempelai putri, maka sang mempelai putri akan menabuh gendang satu kali. Dan gendang akan ditabuh dua kali jika jawaban dianggap salah. Tentu saja hal ini ditujukan untuk menguji sejauh mana kekompakan kedua mempelai. Beberapa
pertanyaan diajukan, dan jawaban dari mempelai pria selalu dibenarkan oleh pasangannya, Sampai suatu ketika pembawa acara memberi pertanyaan yg berbunyi :

“Apa pendapat istri anda tentang sunah Rasulullah yg bernama poligami, mendukung atau menentang ?”

Sang mempelai pria pun dengan mantap dan tenang menjawab, ” mendukung !”

Tidak ada jawaban dari pihak mempelai putri. Yang ada malahan sedikit keributan di barisan hadirin putri. Namun alhamdulillah beberapa saat kemudian terdengarlah tabuhan gendang sebanyak satu kali pertanda mempelai putri pun setuju dan mendukung poligami. Para hadirin yg kebanyakan para ikhwah pun lega dan bertakbir dengan mantap.

Sesampainya di rumah, seolah tak percaya sang suami pun menanyakan kembali tentang dukungan istrinya tadi,

“Bener nih mi, mendukung poligami ?”

“wah, abi kurang yakin ya..? poligami sebagai sunah Rasul jelas harus kita dukung bi, tapi kalo abi yg mau poligami, itu jelas urusan lain bi.., enggak rela lah ! “. Sang istripun tersenyum manja penuh kemenangan.

Dipublikasikan pada: 27/3/2007 | 10 Rabbi al-Awwal 1428 H | Hits:
Email This Post Kirim ke teman | Print | Trackback | del.icio.us | Ke atas